GURU PENGGERAK

Guru Penggerak

VIRUS COVID-19

Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (SARS-CoV-2).

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih

WORKSHOP ONLINE IGI

Pada workshop Online IGI ini peserta akan mendapatkan pengalaman bermacam-macam kegiatan yang diselenggarakan secara Online dan sangat menarik

Media 1 Lembar

Media satu lembar sangat efektif untuk mengajar

TANTANGAN GURU ZAMAN NOW

Tantangan Guru Zaman Now sangat besar, namun posisi guru tidak bisa tergantikan dengan teknologi

Minggu, 12 Maret 2023

Modul 3. Pengambilan Keputusan


Salam dan Bahagia Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, Sahabat  pasti sering dihadapkan dalam situasi di mana Sahabat diharuskan mengambil suatu keputusan. Namun, seberapa sering keputusan tersebut melibatkan kepentingan dari masing-masing pihak yang sama-sama benar, tapi saling bertentangan satu dengan yang lain?

Keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemban salah satu tugas tersulit, yaitu mengambil suatu keputusan yang efektif. Keputusan-keputusan ini, secara langsung atau tidak langsung bisa menentukan arah dan tujuan institusi atau lembaga yang dipimpin. Berikut ini merupakan ulasan materi Modul 3.1 Pendidikan Guru Penggerak terkait pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.  
Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup. Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini: 
  1. Individu lawan masyarakat (individual vs community)
  2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
  3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
  4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term) 
Secara lebih rinci, berikut adalah penjelasan dari keempat paradigma tersebut: 

A. Individu lawan masyarakat (individual vs community)
Dalam paradigma ini ada pertentangan antara individu yang berdiri sendiri melawan sebuah kelompok yang lebih besar di mana individu ini juga menjadi bagiannya. Bisa juga konflik antara kepentingan pribadi melawan kepentingan orang lain, atau kelompok kecil melawan kelompok besar. 

“Individu” di dalam paradigma ini tidak selalu berarti “satu orang”. Ini juga dapat berarti kelompok kecil dalam hubungannya dengan kelompok yang lebih besar. Seperti juga “kelompok” dalam paradigma ini dapat berarti kelompok yang lebih besar lagi. Itu dapat berarti kelompok masyarakat kota yang sesungguhnya, tapi juga bisa berarti kelompok sekolah, sebuah kelompok keluarga, atau keluarga Anda. 

Dilema individu melawan masyarakat adalah bagaimana membuat pilihan antara apa yang benar untuk satu orang atau kelompok kecil , dan apa yang benar untuk yang lain, kelompok yang lebih besar. Guru kadang harus membuat pilihan seperti ini di dalam kelas. Bila satu kelompok membutuhkan waktu yang lebih banyak pada sebuah tugas, tapi kelompok yang lain sudah siap untuk ke pelajaran berikutnya, apakah pilihan benar yang harus dibuat? Guru mungkin menghadapi dilema individu lawan kelompok.

B. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
Dalam paradigma ini ada pilihan antara mengikuti aturan tertulis atau tidak mengikuti aturan sepenuhnya. Pilihan yang ada adalah memilih antara keadilan dan perlakuan yang sama bagi semua orang di satu sisi, dan membuat pengecualian karena kemurahan hati dan kasih sayang, di sisi lain. 

Kadang memang benar untuk memegang peraturan, tapi terkadang membuat pengecualian juga merupakan tindakan yang benar. Pilihan untuk menuruti peraturan dapat dibuat berdasarkan rasa hormat terhadap keadilan (atau sama rata). Pilihan untuk membengkokkan peraturan dapat dibuat berdasarkan rasa kasihan (kebaikan). Misalnya ada peraturan di rumah Anda harus ada di rumah pada saat makan malam. Misalnya suatu hari Anda pulang ke rumah terlambat karena seorang teman membutuhkan bantuan Anda. Ini dapat menunjukkan dilema keadilan lawan rasa kasihan, terhadap orang tua Anda. Apakah ada konsekuensi dari melanggar peraturan tentang pulang ke rumah tepat waktu untuk makan malam, atau haruskah orang tua Anda membuat pengecualian? 

C. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty) 
Kejujuran dan kesetiaan seringkali menjadi nilai-nilai yang bertentangan dalam situasi dilema etika. Kadang kita perlu untuk membuat pilihan antara berlaku jujur dan berlaku setia (atau bertanggung jawab) kepada orang lain. Apakah kita akan jujur menyampaikan informasi berdasarkan fakta atau kita menjunjung nilai kesetiaan pada profesi, kelompok tertentu, atau komitmen yang telah dibuat sebelumnya. 

Pada jaman perang, tentara yang tertangkap kadang harus memilih antara mengatakan yang sebenarnya kepada pihak musuh atau tetap setia kepada teman tentara yang lain. Hampir dari kita semua pernah mengalami harus memilih antara mengatakan yang sebenarnya atau melindungi teman (saudara) yang dalam masalah. Ini adalah salah satu contoh dari pilihan atas kebenaran melawan kesetiaan. 

D. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
Paradigma ini paling sering terjadi dan mudah diamati. Kadang perlu untuk memilih antara yang kelihatannya terbaik untuk saat ini dan yang terbaik untuk masa yang akan datang. Paradigma ini bisa terjadi di level personal dan permasalahan sehari-hari, atau pada level yang lebih luas, misalnya pada issue-issue dunia secara global, misalnya lingkungan hidup dll. Orang tua kadang harus membuat pilihan ini. Contohnya: Mereka harus memilih antara seberapa banyak uang untuk digunakan sekarang dan seberapa banyak untuk ditabung nanti. Pernahkah Anda harus memilih antara bersenang-senang atau melatih instrumen musik atau berolahraga? Bila iya, Anda telah membuat pilihan antara jangka pendek melawan jangka panjang.

Artikel disarikan dari Buku “How Good People Make Tough Choices: Resolving the Dilemmas of Ethical Living, Rusworth M.Kidder, 1995, USA: HarperCollins Publishers.

Perbedaan Dilema Etika dan Bujukan Moral
Untuk memahami perbedaannya mari tonton video berikut ini!


Dilema Etika (benar vs benar)
situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan

Bujukan Moral (benar vs salah)
Situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah

Nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang mendasari pemikiran seseorang dalam mengambil suatu keputusan yang mengandung unsur dilema etika, sebagai berikut.

1. Melakukan, demi kebaikan orang banyak.
2. Menjunjung tinggi prinsip-prinsip/nilai-nilai dalam diri Anda.
3. Melakukan apa yang Anda harapkan orang lain akan lakukan kepada diri Anda

Etika tentunya bersifat relatif dan bergantung pada kondisi dan situasi, dan tidak ada aturan baku yang berlaku. Tentunya ada prinsip-prinsip yang lain, namun ketiga prinsip di sini adalah yang paling sering dikenali dan digunakan. 

Dalam seminar-seminar, ada tiga prinsip yang seringkali membantu dalam menghadapi pilihan-pilihan yang penuh tantangan, yang harus dihadapi pada dunia saat ini. (Kidder, 2009, hal 144). Ketiga prinsip tersebut adalah:
1. Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
2. Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking) ditentukan dengan konsekuensi atau hasil dari suatu tindakan.

Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) menentukan keputusan berdasarkan peraturan yang telah dibuat

Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking) prinsipnya “Lakukan kepada orang lain seperti yang Anda ingin mereka lakukan kepada Anda." Dengan kepedulian terhadap sesama kita akan menjadi lebih peka dan bersimpati. Penderitaan yang terjadi pada orang lain bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk bersimpati. Peduli sesama bermakna responsif dan peka pada kondisi di sekitar kita. Kepekaan itu selain ditunjukkan dengan perasaan mengasihi dan menyayangi juga diperlihatkan dengan tindakan-tindakan positif seperti membantu dengan ringan tangan apa bila orang di sekitar membutuhkan bantuan. Pada momen ini, kita dapat memberikan kontribusi yang besar bagi orang lain. Jadi, keberadaan kita bermanfaat bagi orang lain yang berada di sekitar kita. Jadi, rasa peduli seharusnya dapat dilakukan di manapun dan kapapun. Karena sebaik–baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.

Video tentang Prinsip Dilema Etika dapat ditonton sebagai berikut

Sembilan Langkah Pengambilan Keputusan
Langkah 1.

Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.

Ada 2 alasan mengapa langkah ini adalah langkah yang penting dalam pengujian keputusan. Alasan yang pertama, langkah ini mengharuskan kita untuk mengidentifikasi masalah yang perlu diperhatikan, alih-alih langsung mengambil keputusan tanpa menilainya dengan lebih saksama. Alasan yang kedua adalah karena langkah ini akan membuat kita menyaring masalah yang betul-betul berhubungan dengan aspek moral, bukan masalah yang berhubungan dengan sopan santun dan norma sosial. Untuk mengenali hal ini bukanlah hal yang mudah. Kalau kita terlalu berlebihan dalam menerapkan langkah ini, dapat membuat kita menjadi orang yang terlalu mendewakan aspek moral, sehingga kita akan mempermasalahkan setiap kesalahan yang paling kecil pun. Sebaliknya bila kita terlalu permisif, maka kita bisa menjadi apatis dan tidak bisa mengenali aspek-aspek permasalahan etika lagi.  

Langkah 2.

Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

Bila kita telah mengenali bahwa ada masalah moral di situasi tertentu. Pertanyaannya adalah dilema siapakah ini? Hal yang seharusnya membedakan bukanlah pertanyaan apakah ini dilema saya atau bukan. Karena dalam hubungannya dengan permasalahan moral, kita semua seharusnya merasa terpanggil.

Langkah 3

Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

Pengambilan keputusan yang baik membutuhkan data yang lengkap dan detail, seperti misalnya apa yang terjadi di awal situasi tersebut, bagaimana hal itu terkuak, dan apa yang akhirnya terjadi, siapa berkata apa pada siapa, kapan mereka mengatakannya.  Data-data tersebut penting untuk kita ketahui karena dilema etika tidak menyangkut hal-hal yang bersifat teori, namun ada faktor-faktor pendorong dan penarik yang nyata di mana data yang mendetail akan bisa menggambarkan alasan seseorang melakukan sesuatu dan kepribadian seseorang akan tercermin dalam situasi tersebut. Hal yang juga penting di sini adalah analisis terhadap hal-hal apa saja yang potensial akan terjadi di waktu yang akan datang.

Langkah 4

Pengujian benar atau salah

  • Uji Legal

Pertanyaan yang harus diajukan disini adalah apakah dilema etika itu menyangkut aspek pelanggaran hukum. Bila jawabannya adalah iya, maka pilihan yang ada bukanlah antara benar lawan benar, namun antara benar lawan salah. Pilihannya menjadi membuat keputusan yang mematuhi hukum atau tidak, bukannya keputusan yang berhubungan dengan moral.

  • Uji Regulasi/Standar Profesional

Bila dilema etika tidak memiliki aspek pelanggaran hukum di dalamnya, mungkin ada pelanggaran peraturan atau kode etik. Konflik yang terjadi pada seorang wartawan yang harus melindungi sumber beritanya,  seorang agen real estate yang tahu bahwa seorang calon pembeli potensial sebelumnya telah dihubungi oleh koleganya? Anda tidak bisa dihukum karena melanggar kode etik profesi Anda, tapi Anda akan kehilangan respek sehubungan dengan profesi Anda.

  • Uji Intuisi

Langkah ini mengandalkan tingkatan perasaan dan intuisi Anda dalam merasakan apakah ada yang salah dengan situasi ini. Apakah tindakan ini mengandung hal-hal yang akan membuat Anda merasa dicurigai. Uji intuisi ini akan mempertanyakan apakah tindakan ini sejalan atau berlawanan dengan nilai-nilai yang Anda yakini.  Walaupun mungkin Anda tidak bisa dengan jelas dan langsung menunjuk permasalahannya ada di mana. Langkah ini, untuk banyak orang, sangat umum dan bisa diandalkan untuk melihat dilema etika yang melibatkan dua nilai yang sama-sama benar.

  • Uji Halaman Depan Koran

Apa yang Anda akan rasakan bila keputusan ini dipublikasikan pada halaman depan dari koran dan sesuatu yang Anda anggap merupakan ranah pribadi Anda tiba-tiba menjadi konsumsi masyarakat? Bila Anda merasa tidak nyaman membayangkan hal itu akan terjadi, kemungkinan besar Anda sedang menghadapi dilema etika.

  • Uji Panutan/Idola

Dalam langkah ini, Anda akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh seseorang yang merupakan panutan Anda, misalnya ibu Anda. Tentunya di sini fokusnya bukanlah pada ibu Anda, namun keputusan apa yang kira-kira akan beliau ambil, karena beliau adalah orang yang menyayangi Anda dan orang yang sangat berarti bagi Anda.

Yang perlu dicatat dari kelima uji keputusan tadi, ada tiga uji yang sejalan dengan prinsip pengambilan keputusan yaitu:

  • Uji Intuisi berhubungan dengan berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking) yang tidak bertanya tentang konsekuensi tapi bertanya tentang prinsip-prinsip yang mendalam.
  • Uji halaman depan koran, sebaliknya, berhubungan dengan berpikir berbasis hasil akhir (Ends-Based Thinking) yang mementingkan hasil akhir.
  • Uji Panutan/Idola berhubungan dengan prinsip berpikir berbasis rasa peduli (Care-Based Thinking), di mana ini berhubungan dengan golden rule yang meminta Anda meletakkan diri Anda pada posisi orang lain.

Bila situasi dilema etika yang Anda hadapi, gagal di salah satu uji keputusan tersebut atau bahkan lebih dari satu, maka sebaiknya jangan mengambil risiko membuat keputusan yang membahayakan atau merugikan diri Anda karena situasi yang Anda hadapi bukanlah situasi moral dilema, namun bujukan moral.

Langkah 5

Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.

Dari keempat paradigma berikut ini, identifikasi paradigma mana yang terjadi di situasi ini?

  • Individu lawan masyarakat (individual vs community)
  • Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
  • Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
  • Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Apa pentingnya mengidentifikasi paradigma, ini bukan hanya mengelompokkan permasalahan namun membawa penajaman pada fokus kenyataan bahwa situasi ini betul-betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai inti kebajikan yang sama-sama penting.

Langkah 6

Melakukan Prinsip Resolusi

Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, mana yang akan dipakai?

  • Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
  • Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
  • Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
Langkah 7

Investigasi Opsi Trilema

Mencari opsi yang ada di antara 2 opsi. Apakah ada cara untuk berkompromi dalam situasi ini. Terkadang akan muncul sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya yang bisa saja muncul di tengah-tengah kebingungan menyelesaikan masalah.

Langkah 8

Buat Keputusan

Akhirnya kita akan sampai pada titik di mana kita harus membuat keputusan yang membutuhkan keberanian secara moral untuk melakukannya.

Langkah 9

Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Ketika keputusan sudah diambil. Lihat kembali proses pengambilan keputusan dan ambil pelajarannya untuk dijadikan acuan bagi kasus-kasus selanjutnya.

Berikut ini contoh video-video kasus terkait dengan sebuah dilema yang di alami ketika di sekolah
Studi Kasus Kuitansi Kosong

Studi Kasus Pak Tono Membantu Ayahnya 

Studi Kasus Pengumpulan Dana


Studi Kasus Les Tambahan


Studi Kasus Made Terlambat Mengembalikan Buku


Studi Kasus Keuangan Osis


Studi Kasus Kertas Contekan di Kamar Mandi


Studi Kasus Kapten Kapal


Studi Kasus Janji Ani


Studi Kasus Apa Yang Harus Dilakukan (Merokok)


Studi Kasus Dilema Siti


Studi Kasus Pengaturan Tempat Duduk di Kelas


Studi Kasus Pergulatan Andika


Studi Kasus Obat Untuk Ibu



Studi Kasus Berupa Cerita

Studi Kasus 3
Amir adalah siswa kelas 4 yang santun dan memiliki guru Matematika yang sangat tegas dan keras, bernama Bapak Asep. Suatu hari bapak Asep masuk ke dalam kelas dan mulai mengajar, tanpa disadari pak Asep ada cabe yang terselip di gigi pak Asep. Cukup terlihat dan jelas. Semua siswa menyadarinya namun tidak ada yang berani untuk mengatakan kepada Bapak Asep yang terkenal tegas dan keras terhadap siswa-siswa tersebut. Sepanjang pembelajaran 2 sesi tersebut, Bapak Asep terus mengajar dengan sisa cabe di giginya, apa yang akan lakukan bila Anda adalah Amir, mengapa? Prinsip apa yang akan Anda gunakan?

Studi Kasus 8
Ina adalah siswa kelas 11. Untuk merayakan kenaikan kelas ke kelas 12, Ina dan beberapa temannya akan berkumpul bersama di rumah temannya dan menonton film-film drama Korea dari salah satu laptop teman-temannya. Kebetulan di rumah temannya tersebut, orang tuanya akan pergi seminggu tugas ke luar kota, jadi Ina dan teman-temannya sangat bergembira bisa mendapatkan kesempatan untuk bersama di akhir tahun ajaran. Untuk membiayai ‘pesta kenaikan kelas kecil’ di rumah temannya tersebut, Ina dan teman-temannya sepakat untuk membayar 100,000,- setiap orang. Ina pun telah memberitahu ibunya bahwa dia akan menggunakan uang untuk perayaan kenaikan di rumah temannya. Namun ibunda Ina berubah pikiran karena merasa uang sebesar Rp. 100,000,- bisa digunakan untuk membayar buku-buku dan seragam Ina di kelas 12 nanti. Akhirnya ibunda Ina melarang Ina pergi dan meminta Ina untuk menggunakan uang untuk membeli seragam dan buku-buku sekolah yang diperlukan. Ina rupanya tetap ingin merayakan pesta kenaikan kelas di rumah temannya, ia pun telah menabung sekian bulan dari uang jajannya untuk bisa menyisihkan uang 100,000,-. Akhirnya malam itu Ina tetap pergi ke rumah temannya namun izin untuk bikin tugas kelompok kepada ibunda. Ina hanya memberitahu adiknya, Zahra bahwa dia sesungguhnya pergi ke rumah temannya dan menghabiskan uang 100,000,- untuk merayakan kenaikan kelas. Setelah sekian bulan, ibunda Ina tiba-tiba menanyakan ke Zahra, apakah dia mengetahui apakah kakaknya telah membayar uang sekolah. Apakah yang akan dikatakan Zahra, mengapa? Prinsip apa yang diambil?


“Sumber berharga yang dimiliki semua guru adalah kesalingtergantungan satu dengan yang lain. Tanpa kolaborasi (kerja bersama), maka pertumbuhan diri kita dibatasi oleh pandangan diri kita masing-masing”
(The most valuable resource that all teachers have is each other. Without
collaboration our growth is limited to our own perspectives)
Robert John Meehan

Selasa, 12 Juli 2022

Reflektif kritis dari KHD

 Reflektif kritis

1.       Apa yang anda ketahui tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai Pendidikan dan pengajaran?

Menurut Ki Hajar Dewantara (KHD), pengajaran  adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan   memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Menurut KHD pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan  hidup manusia,baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya.

2.       Apa relevandi pemikiran KHD dengan konteks Pendidikan Indonesia saat ini dan konteks Pendidikan di sekolah anda secara khusus?

Peran Pendidik diibaratkan seorang Petani atau tukang kebun yang tugasnya adalah merawat sesuai kebutuhan dari tanaman-tanamannya itu agar tumbuh dan berbuah dengan baik, tentu saja beda jenis tanaman beda perlakuanya. Artinya bahwa kita seorang pendidik harus bisa melayani segala bentuk  kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda (berorientasi pada anak). Kita harus bisa memberikan kebebasan kepada anak untuk mengembangkan ide, berfikir kreatif, mengembangkan bakat/minat siswa (merdeka belajar), tapi kebebasan itu bukan berarti kebebasan mutlak, perlu  tuntunan dan arahan dari guru supaya anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.

KHD menjelaskan bahwa dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama. Kodrat zaman bisa diartikan bahwa kita sebagai guru harus membekali diri dengan keterampilan /kecakapan  abad  21 sehingga kita juga dapat menularkan keterampilan yang kita miliki kepada siswa sesuai zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya dan menyesuaikan diri. Namun pengetahuan budi pekerti juga harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan dan pengajaran yang kita lakukan sebagai guru. Guru harus senantiasa memberikan teladan yang baik bagi siswa-siswanya dalam mengembangkan budi pekerti. Kita juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan pembiasaan di sekolah untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti/akhlak mulia kepada anak. Pembiasaan yang biasa dilakukan anak anak adalah memberikan salam kepada guru atau tamu yang datang kesekolah,berbicara yang baik dan sopan kepada guru dan teman. Budaya gotongroyong  membersihkan lingkungan sekolah sebelum pembelajaran dimulai. Hal terpenting yang harus dilakukan seorang guru adalah menghormati dan memperlakukan anak dengan sebaik-baiknya sesuai kodratnya, melayani mereka dengan setulus hati, memberikan teladan (ing ngarso sung tulodho), membangun semangat (ing madyo mangun karsodan memberikan dorongan (tut wuri handayanibagi tumbuh kembangnya anak. Menuntun mereka menjadi pribadi yang terampil, berakhlak mulia dan bijaksana sehingga mereka akan mencapai kebahagiaan dan keselamatan.

 

 

 

3.       Apakah anda merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru?

Sejujurnya saya belum sepenuhnya mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan pemikiran KHD. Setelah mempelajari pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara, pemikiran yang berubah dari saya adalah saya belajar lebih sabar dalam  memberikan tuntunan kepada anak didik, karena mereka masing-masing unik dan berbeda. Berusaha untuk tidak  memberikan hukuman yang sifatnya tidak mendidik, memberikan teladan agar mereka bisa melihat dan menirunya, lebih sabar dalam membimbing, mengenali lebih dalam karakter dan latar belakang siswa (keluarga/lingkungan) dengan menjalin komunikasi dengan orang tuanya, hal ini dilakukan dengan kunjungan rumah atau home visit bagi siswa yang memiliki masalahMemberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa melalui pemilihan media pembelajaran yang bervariasi baik berupa gambar, video maupun audio. Memberikan kesempatan pada anak untuk menunjukan kreatifitasnya dalam pembelajaran dikelas.

 

Harapan dan ekspektasi

1.       Apa saja harapan yang ingin anda lihat pada diri anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini

Sebagai seorang pendidik selama ini saya selalu berusaha untuk melaksanakan tugas dengan baik, namun saya merasa bahwa saya perlu meningkatkan kompetensi saya agar sesuai dengan perkembangan saat ini. Meningkatkan kwalitas diri untuk dapat menuntun anak sesuai kodrat alam dan kodrat zaman serta  berusaha untuk tetap menjaga semangat. Setelah mempelajari modul ini saya berharap mampu memahami dan dapat mengimplementasikan proses pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran Ki hajar Dewantara dan berperan aktif dalam kemajuan Pendidikan minimal di sekolah tempat saya bertugas.

2.       Apa saja Harapan yang ingin anda lihat pada murid – murid anda setelah mempelajari modul ini?

Untuk murid murid, saya berharap murid saya mampu bekerjasama, berkolaborasi,mendukung dalam  menciptakan suasana belajar  yang kondusif dan menyenangkan baik di dalam ruang kelas maupun di luar kelas sehingga nantinya dapat terwujud apa yang kita sebut merdeka belajar dan merdeka mengajar. Saya berharap murid murid mampu mempertahankan budaya kearifan lokal dan budi pekerti yang baik yang telah mereka tunjukan. Saya juga berharap murid berani menunjukan kreatifitasnya dalam pembelajaran berani mencoba hal – hal yang positif, tidak malu menyampaikan ide atau pun gagasan untuk kemajuan dirinya sendiri maupun sekolah.

3.       Apa saja kegiatan, materi ,manfaat yang anda harapkan ada dalam modul ini?

Harapan saya , semua kegiatan dalam modul ini  bisa saya ikuti  dengan baik dan materinya saya berharap bisa memahami dan menterjemahkannya dengan baik pula,sehingga saya mendapatkan manfaatnya yaitu mampu menerapkannya dalam pembelajaran saya dan yang terpenting adalah nantinya saya bisa berbagi dengan rekan rekan sejawat saya di sekolah sehingga  akan semakin banyak praktik praktik baik yang dapat dilaksanakan di sekolah untuk terwujudnya merdeka belajar.

Senin, 16 Mei 2022

HASIL ALAT PERRAGA


LAPORAN PEMBUATAN ALAT PERAGA UNTUK PEMBELAJARAN SISTEM GERAK MANUSIA 


OTOT ANTAGONIS

(BISEP DAN TRISEP)

C:\Users\HP\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\WhatsApp Image 2017-08-28 at 17.26.06.jpeg


OLEH:

I WAYAN SURIASA, S.Pd

NIP. 198005292005011006







SMP NEGERI 1 ABANG

2 0 1 7




HALAMAN PENGESAHAN

PEMBUATAN ALAT PERAGA UNTUK PEMBELAJARAN SISTEM GERAK MANUSIA

OTOT ANTAGONIS (BISEP DAN TRISEP)



Telah Disahkan Pada


Hari : Selasa

Tanggal : 22 Agustus 2017



Mengesahakan Penulis/pembuat

Kepala SMP Negeri 1 Abang





I Gusti Bagus Putra, S.Pd. I Wayan Suriasa, S.Pd.

NIP. 19700224 199412 1 005 NIP. 19800529 2005011006











SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : I Wayan Suriasa, S.Pd.

NIP : 19800529 200501 1 006

Pangkat/Gol : Pembina, IV/a.

Jabatan : Guru Madya.

Mapel yang diampu : IPA

menyatakan bahwa Alat Peraga untuk Pembelajaran Sistem Gerak Manusia “Otot Antagonis (Bisep dan Trisep)” memang benar hasil karya sendiri belum pernah diikutkan dalam lomba tingkat local maupun nasional.

Demikian surat pernyataan ini saya buat untuk digunakan sebagaimana mestinya.





Mengetahui,         Abang, 22 Agustus 2017

Kepala SMP Negeri 1 Abang Yang membuat Pernyataan





I Gusti Bagus Putra, S.Pd. I Wayan Suriasa, S.Pd.

NIP. 19700224 199412 1 005 NIP. 19800529 2005011006








KATA PENGANTAR


Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat-Nya laporan pembuatan alat peraga ini dapat diselesaikan sesuai dengan yang direncanakan. Laporan pembuatan alat peraga untuk pembelajaran Sistem Gerak Pada Manusia “Otot Antagonis (Otot Bisep dan Otot Trisep)” ini dibuat sebagai salah satu alat peraga untuk membantu pembelajaran gerak pada manusia dan  pemenuhan angka kredit publikasi ilmiah. 

Selain maksud tersebut, laporan ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan gambaran letak otot yang bekerja berlawanan (otot bisep dan otot trisep) kepada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Abang. Alat peraga otot bisep dan otot trisep  ini pembuatannya tidak memerlukan biaya yang tinggi dan dapat dibuat dengan mudah oleh guru dan siswa SMP. 


Akhir kata, semoga laporan ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman dan pengembangan sains dalam kehidupan sehari-hari, sekian dan terima kasih. 


Abang, 22 Agustus 2017

Penulis
















DAFTAR ISI



Halaman


Halaman Judul i

Halaman Pengesahan ii

Halaman Pernyataan iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi v

Daftar Isi vi

Nama Alat Peraga 1

Tujuan 2

Manfaat 2

Rancangan Alat Peraga 3

Prosedur Pembuatan Alat Peraga 4

Penggunaan Alat Peraga di Sekolah 6

Dampak Peningkatan Terhadap Kualitas Proses Pembelajaran












DAFTAR ISI



Halaman


Halaman Judul i

Halaman Pengesahan ii

Halaman Pernyataan iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi v

Nama Alat Peraga 1

Tujuan 2

Manfaat 2

Rancangan Alat Peraga 3

Prosedur Pembuatan Alat Peraga 4

Penggunaan Alat Peraga di Sekolah 6







  1. Nama Alat Peraga :  OTOT ANTAGONIS BISEP DAN TRISEP

Gambar :

C:\Users\HP\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\WhatsApp Image 2017-08-28 at 17.26.06.jpeg



Keterangan gambar tangan :
1. Otot bisep
2. Otot trisep
3. Tulang pengumpil (radius)
4. Tulang hasta (ulna)
5. tulang lengan atas (humerus)
6. Tulang belikat (skapula)

Tendon          = urat otot, bagian ujung otot yang mengecil.

Ventrikel        = empal otot, bagian tengah otot yang menggembung.

Origo             = ujung otot yang melekat pada tempat yang tidak bergerak.

Insersio          = ujung otot yang melekat pada tempat yang bergerak.

Normotrofi    = otot yang besarnya normal.

Atrofi            = otot yang mengecil, lisut.

Hipertrofi           =  otot yang membesar.

Diskus Interkalaris = bagian khas otot jantung yang merupakan batas

 

Kerja Otot Manusia

Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya menggelembung ( membesar). Karena memendek maka tulang yang di- lekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula. Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda.

Berdasarkan cara kerjanya, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. otot antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis, yaitu gerak otot yang berlawanan arah.

Jika otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi, sehingga menyebabkan tulang tertarik / terangkat atau sebaliknya. Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis, yaitu gerak otot yang bersamaan arah. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama. 

 

Gerak Antagonis

Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah.

1. Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon ( dua ujung ) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan.

2. trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon ( tiga ujung ) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang.

Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi.

Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.

 

Gerak Sinergis

Gerak sinergis terjadi apabila ada 2 otot yang bergerak dengan arah yang sama. Contoh:gerak tangan menengadah dan menelungkup.

Gerak ini terjadi karena kerja sama antara otot pronator teres dengan otot pro nator kuadratus.   

Contoh lain gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja sama otot-otot antara tulang rusuk ketika kita bernapas.

Kontraktibilitas, yakni kemampuan otot untuk mengadakan perubahan menjadi lebih pendekdari ukuran semula atau berkontraksi.

Ekstensibilitas, yakni kemampuan otot u/berelaksasi atau memanjang dari ukuran semula

Elastisitas, yakni kemampuan untuk kembali padaukuran semula setelah berkontraksi atauekstensi. Otot yg kembali ke ukuran semuladisebut dalam keadaan relaksasi

Otot bisep adalah otot berkepala dua yang berorigo pada tulang belikat dan berinsersi pada pangkal tulang pengumpil

Otot trisep adalah otot berkepala tiga , berorigopada tulang belikat dan berinsersi pada pangkal tulang hasta.

Arti definisi / pengertian Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk, struktur dan fungsi yang sama. Jadi jaringan otot adalah sekumpulan sel-sel otot.

 

 

  1. Bagian-bagian otot:

  1. Sarkolema : Sarkolema adalah membran yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot

  2. Sarkoplasma : Sarkoplasma adalah cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana miofibril dan miofilamen berada

  3. Miofibril : Miofibril merupakan serat-serat pada otot.

  4. Miofilamen: Miofilamen adalah benang-benang/filamen halus yang berasal dari miofibril.Miofibril terbagi atas 2 macam, yakni :

    1. miofilamen homogen (terdapat pada otot polos)

    2. miofilamen heterogen (terdapat pada otot jantung/otot cardiak dan pada      otot rangka/otot lurik). Di dalam miofilamen terdapat protein kontaraktil yang disebut aktomiosin (aktin dan miosin), tropopin dan tropomiosin. Ketika otot kita berkontraksi (memendek)maka protein aktin yang sedang bekerja dan jika otot kita melakukan relaksasi (memanjang) maka miosin yang sedang bekerja.

 

B.Jaringan otot terdiri dari:

Otot Polos (otot volunter). Otot polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang polos dan bergelondong. Cara kerjanya tidak disadari (tidak sesuai kehendak) / invontary, memiliki satu nukleus yang terletak di tengah sel. Otot ini biasanya terdapat pada saluran pencernaan seperti:lambung dan usus.

Otot Lurik (otot rangka). Otot rangka merupakan jenis otot yang melekat pada seluruh rangka, cara kerjanya disadari (sesuai kehendak), bentuknya memanjang dengan banyak lurik-lurik, memiliki nukleus banyak yang terletak di tepi sel. Contoh otot pada lengan

Otot Jantung (otot cardiak). Otot jantung hanya terdapat pada jantung. Otot ini merupakan otot paling istimewa karena memiliki bentuk yang hampir sama dengan otot lurik, yakni mempunyai lurik-lurik tapi bedanya dengan otot lurik yaitu bahwa otot lirik memiliki satu atau dua nukleus yang terletak di tengah/tepi sel. Dan otot jantung adalah satu-satunya otot yang memiliki percabangan yang disebut duskus interkalaris. Otot ini juga memiliki kesamaan dengan otot polos dalam hal cara kerjanya yakni involuntary (tidak disadari). Summary / Ringkasan : Otot disebut juga daging yang fungsinya alat gerak aktif. Otot merupakan kumpulan dari serabut otot. serabut otot terbentuk dari sel-sel otot. Dalam tubuh kita, banyaknya otot kira-kira 40% dari berat tubuh. Tulang pada tubuh kita tidak dapat bergerak tanpa otot. Otot mampu menghasilkan gerak karena adanya sel otot. Jika ada suatu rangsangan, sel otot dapat berkontraksi. Dalam sistem gerak, kerja otot yang paling utama adalah kontraksi (memendek dan menebal) dan relaksasi (kembali ke keadaan semula). Otot yang berkontraksi menjadi pendek dan menebal menyebabkan tulang tempat otot rangka tertaut dapat tertarik. Akibat dari kerja otot tersebut, yaitu terjadinya perubahan posisi tulang sehingga menghasilkan suatu gerak tertentu. Oleh karena kemampouan otot untuk menggerakan tulang maka otot disebut alat gerak aktif.

 

 

 

1. Jenis Otot Manusia

Otot manusia dibedakan menjadi tiga, yaitu otot lurik (otot rangka), otot polos (otot licin), dan otot jantung. Ketiga jenis otot tersebut memiliki bentuk sel dan sifat yang berbeda. Berikut ini akan dibahas bentuk sel dan sifat masing-masing otot.

Otot lurik (otot rangka)

Otot lurik melekat pada rangka (tulang) sehingga disebut  juga otot rangka. ujung otot lurik yang melekat pada tulang disebut urat otot (tendon). Tendon yang melekat pada tulang yang tidak dapat digerakkan disebut origo. Tendon yang melekat pada tulang yang dapat digerakkan disebut insersi. Sel otot lurik berbentuk panjang dan silindris sehingga disebut serabut otot. Selain itu, sel otot lurik juga memiliki bagian yang gelap dan terang yang memberikan kenampakan seperti lurik. Kenampakan lurik disebabkan oleh protein otot yang berbeda, yakni aktin dan miosin. Kerja otot lurik dipengaruhi oleh kehendak (kesadaran) kita melalui perintah yang diatur oleh otak. Oleh karena itu, otot lurik disebut pula otot sadar. Gerak otot lurik berlangsung cepat, tetapi cepat lelah dan tidak teratur. Kelelahan ini dapat menyebabkan otot tidak mampu melakukan fungsi gerak lagi, misalnya kram.

Otot polos (otot licin)

Otot polos terdapat pada organ dalam, maka sering pula disebut otot dalam. Sel-sel otot polos tampak berbentuk gelendong dengan kedua ujungnya meruncing. Sel otot polos hanya memiliki satu inti sel yang terletak di tengah sel. Berbeda dengan otot rangka, kerja otot polos tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Artinya, otot polos tidak bekerja secara otomatis tanpa perintah dari otak. Proses pencernaan makanan yang melibatkan kerja otot polos akan berlangsung tanpa diperintah otak. Oleh karena itu, otot polos disebut pula otot tak sadar, karena gerakannya tidak kita sadari. Gerakan otot polos lambat, tetapi teratur dan tidak cepat lelah.

Otot jantung

 Otot jantung merupakan otot yang khusus membentuk jantung. Otot jantung mirip dengan otot lurik tetapi bercabang-cabang dan memiliki banyak inti sel. Inti sel terletak di tengah serabut. Otot jantung berfungsi menggerakan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kontraksi dan relaksasi otot jantung menyebabkan serambi dan bilik jantung menyempitkan sera melebar secara berirama. Kontraksi dan relaksasi menimbulkan denyut jantung. Kerja otot jantung tidak dipengaruhi oleh kehendak kita (di luar perintah otak), tetapi dipengaruhi oleh saraf ototnom (simpatetik dan parasimpatetik). Otot jantung bekerja terus selama seseorang masih hidup. Meskipun kita sedang tidur, otot jantung tetap bekerja. Gerakan otot jantung teratur dan tahan kelelahan. Otot jantung memiliki struktur seperti otot lurik, tetapi bekerjanya seperti otot polos.

 

2. Cara Kerja Otot

Tulang-tulang kita dapat digerakkan karena adanya otot yang berkontraksi, yang berkontraksi sebenarnya adalah sel-sel otot. Otot berkontraksi karena pengaruh suatu rangsangan melalui saraf. Rangsangan yang tiba ke sel otot akan mempengaruhi suatu zat (asetilkolin) yang peka terhadap rangsangan. Asetilkolin adalah zat pemindah rangsangan yang dihasilkan pada bagian ujung saraf. Ion kalsium menyebabkan protein otot, yaitu aktin dan miosin berikatan membentuk aktomiosin sehingga terjadilah kontraksi. Setelah berkontraksi, ion kalsium masuk kembali ke dalam plasma sel, sehingga menyebabkan lepasnya pelekatan aktin dan miosin sehingga otot melemas. Keadaan inilah yang disebut relaksasi. Untuk berkontraksi, otot memerlukan tenaga (energi) yang berasal dari energi yang tersimpan di dalam sel-sel otot. Otot dalam keadaan bekerja juga menghasilkan zat sisa yang disebut asam susu (asam laktat). Untuk menguraikan asam susu diperlukan oksigen yang cukup banyak. Otot-otot yang sering dilatih akan berkembang atau membesar, disebut hipertropi. Otot yang tidak sering disgunakan akan mengecil, disebut atropi.

 

3.Sifat Kerja Otot

Untuk menggerakan tulang diperlukan keterlibatan otot lurik (otot rangka) atau lebih. Sifat kerja otot ada yang berlawanan (antagonis) dan ada yang bersamaan (sinergis).

 

Kerja otot berlawanan (antagonis):

Kerja otot yang antagonis adalah dua otot yang kerjanya berlawanan, yaitu apabila satu otot berkontraksi, otot yang lain relaksasi. Untuk menggerakan lengan bawah ke atas dan sebaliknya diperlukan 2 otot rangka, yaitu otot bisep dan  trisep. Bila otot bisep berkontraksi maka otot trisep akan relaksasi sehingga lengan bawah tertarik ke atas. Sebaliknya, bila otot trisep berkontraksi maka otot bisep akan relaksasi, sehingga kengan bawah lurus kembali. Arah gerak otot yang antagonis lainnya, misalnya :

  • Abduktor dan aduktor (gerak menjauhkan dan mendekatkan tungkai dari sumbu tubuh)

  • Depresor dan elevator (gerak ke bawah dan ke atas)

  • Supinator dan pronator (gerak menengadahdan menelungkup)

 

Kerja otot bersamaan (sinergis)

Kerja otot bersamaan adalah dua otot yang kerjanya bersamaan. Otot pronator ada 2, yaitu otot pronator teres dan otot pronator kuadratus. Kedua otot tersebut bekerja sama menggerakan telapak tangan menelungkup dan menegadah.

 

 

 

 

 

 


  1. Tujuan 

Adapun tujuan dari pembuatan alat peraga ini adalah sebagai berikut.

  1. Untuk menjelaskan secara riil tentang perubahan bentuk otot yang berkontrasi.

  2. Untuk memberi penjelasan mengenai kerja otot yang antagonis adalah dua otot yang kerjanya berlawanan, yaitu apabila satu otot berkontraksi, otot yang lain relaksasi pada otot lengan yaitu otot bisep dan otot trisep.

  3. Untuk memberikan motivasi kepada siswa dan merangsang siswa untuk berpikir kreatif dan mengajak siswa untuk membuat alat peraga sederhana tentang otot antagonis dari bahan-bahan yang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.


  1. Manfaat 

Alat peraga yang dibuat dapat memberikan manfaat bagi siswa maupun bagi guru khususnya Guru IPA diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Manfaat penggunaan alat peraga bagi siswa:

  • Memusatkan perhatian siswa terhadap pelajaran IPA tentang otot antagonis.

  • Menarik minat siswa dan penguasaan materi pelajaran yang berkaitan dengan otot antagonis.

  • Merangsang daya fikir dan meningkatkan daya imajinasi dan kreatifitas siswa untuk menciptakan alat yang lebih sempurna dan lebih menarik.

 

  1. Sedangkan bagi guru, manfaatnya adalah sebagai berikut.

  • Mempermudah penyampaian materi pelajaran yang bersifat abstrak seperti otot yang antagonis.

  • Mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran

  • Menciptakan suasana pembelajaran kondusif.

  • menghindari pembelajaran verbalisme.

  • menciptakan pembelajaran efektif dan efisien.

  • alat peraga ini dapat buat dengan mudah dengan biaya yang murah dan praktis.

 









  1. RancanganAlatPeraga

  1. Alat Peraga ini dibuat dengan rancangan sebagai berikut.

D:\KRISNA\files\Screenshot_20170827-061954.png



D:\KRISNA\files\Screenshot_20170827-062129.png


D:\KRISNA\files\Screenshot_20170827-062200.png

D:\KRISNA\files\Screenshot_20170827-062243.png

D:\KRISNA\files\Screenshot_20170827-062252.png








  1.  Alat dan Bahan

20170827_141617

Alat

  1. Gunting : 1 buah

  2. Cutter : 1 buah

  3. Spidol hitam/biru : 1 buah

  4. Isolasi double tip/lem : secukupnya

Bahan

  1. Styrofoam : 1 buah

  2. Kertas Karton : 1 buah

  3. Karet kolor putih : 150 cm

  4. Balon merah sedang : 2 buah

  5. Karet gelang secukupnya

  6. Baut dan 6 cm mur atau pensil








  1. Prosedur Pembuatan Alat Peraga

Langkah-Langkah Pembuatan Alat Peraga ini adalah sebagai berikut.

  1. Sediakan kertas karton dan gambar pola tulang belikat, tulang lengan atas, pengumpil dan hasta serta tangan seperti pada gambar!

D:\KRISNA\WhatsApp Image 2017-08-28 at 06.24.15.jpeg


  1. Potong kertas karton sesuai dengan pola yang dibuat dengan cutter.

D:\KRISNA\WhatsApp Image 2017-08-28 at 06.24.13 (1).jpeg




  1. Potongan karton yang sudah dibentuk ditempelkan pada kertas styrofoam.

D:\KRISNA\WhatsApp Image 2017-08-28 at 06.24.12.jpeg



  1. Dengan menggunakan cutter styrofoam dibentuk mengikuti pola pada karton.

C:\Users\HP\Desktop\WhatsApp Image 2017-09-02 at 09.33.24.jpeg








  1. Balon ditiup kemudian diikat dengan karet gelang kemudian diikatkan tali kolor yang dipotong masing-masing pajangnya 15 cm. Selanjutnya dipasangkan pada gambar tulang belikat, lengan seperti gambar.



  1. Model otot bisep dan trisep sudah selesai dan siap digunakan.

C:\Users\HP\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\WhatsApp Image 2017-08-28 at 17.26.06.jpeg




Penggunaan Alat Peraga di Sekolah

Foto penggunaan alat sebagai berikut.

D:\KRISNA\files\IMG-20170829-WA0007.jpg


Guru menjelaskan tentang Gerak pada manusia yaitu otot yang antagonis otot bisep dan otot trisep

D:\KRISNA\files\IMG-20170829-WA0011.jpg    






Berikut contoh Alat peraga :